Selasa, 28 April 2009

Semantik

Hubungan Semantik dengan Ilmu Lain

Seperti yang telah dinyatakan bahwa Semantik berhubungan dengan ilmu yang lain. Semantik sebagai ilmu makna bukan hanya menjadi garapan Linguistik, melinkan juga menjadi pemikiran para filosof dan psikolog. Baik linguistik, filosofi, maupun psikologi menggunakan semantik sebagai salah satu pendekatan ilmunya.

Perbedaannya antara lain:
1.Seorang linguis tidak memperhatikan system bahasa dari sudut logika, misalnya dalam ekspresi berikut: Semua makhluk akan mati; sokrates adalah makhluk, sokrates akan mati.
Seorang linguis tidak akan mempersoalkan apa itu mati, sedangkan seorang filosof mempersoalkannya.
2.ada perbedaan antara tajam antara ilmu dan filsafat ilmu, karena itu pendekatannya dibedakan. Ilmuwan menjelaskan objeknya melalui rumus-rumus, dan definisi-definisi, sedangkan filosof berusaha agar penjelasan ilmiah itu dapat dimengerti (logis),
3.semantik sebagai ilmu mempelajari ilmu kemaknaan dalam bahasa sebagaimana adanya dan terbatas pada pengalaman manusia. Secara ontologis, semantik membatasi masalah yang dikajinya hanya pada masalah yang ada pada ruang lingkup jangkauan penglaman manusia, sedangkan psikologi mempelajarigejala kejiwaan yang berada dalam jangkauan pemikiran manusia. Psikologi melihat gejala kebermaknaan jiwa atau gejala jiwa yang ditampilkan manusia, baik yang bersifat verbal maupun yang non verbal,

Seorang psikolog menjelaskan semantik dengan berbagai cara/ seorang psikolog mempelajari gejala kejiwaan manusia, mempelajari reaksi manusia baik melalui gejala verbal maupun non verbal. Sedangkan seorang linguis akan memusatkan perhatian kepada peristiwa kebahsaan (seperti yang dilihat, didengar, dan dibaca dalam kehidupan sehari-hari.

Ahli semantik, filosof, dan psikolog menggunakan bahasa sebagai alat. Bahasa berfunsi simbolik, emotif, dan afektif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar